Apa yang Sebenarnya Terjadi di Balik Comeback Dramatis Chelsea vs Ajax Amsterdam

Apa yang Sebenarnya Terjadi di Balik Comeback Dramatis Chelsea vs Ajax Amsterdam – Christian Pulisic menyebutkan bagaimana Chelsea dapat mewujudkan comeback dramatis selagi menghambat imbang Ajax Amsterdam 4-4 di Liga Champions, Taruhan Bola Rabu (6/11/2019). Dia menyoroti pentingnya peran Frank Lampard di area ganti.

Apa yang Sebenarnya Terjadi di Balik Comeback Dramatis Chelsea vs Ajax Amsterdam

Pertandingan tersebut khusus dan dapat selalu dikenal sebagai salah satu pertandingan paling gila di Liga Champions. Betapa tidak, The Blues sempat tertinggal 1-3, memburuk menjadi 1-4, selanjutnya tampil luar biasa untuk menyamakan kedudukan menjadi 4-4.

Pada pertandingan gila layaknya ini, taktik tidak sangat penting. Mental pemain justru lebih berbicara. Perjuangan para pemain patut diapresiasi, mereka tak terpuruk meski tertinggal 1-4.

Menurut Pulisic, momen paling memilih pertandingan itu tersedia di jeda paruh waktu. Kala itu, didalam keadaan tertinggal 1-3, tidak sedikit pun tampak keraguan didalam wajah-wajah pemain Chelsea.

Lampard pun demikian. Dia memastikan bahwa Chelsea udah bermain baik, hanya ceroboh. Mereka pun percaya dapat menyamakan kedudukan, bahkan menang.

“Perjuangan tim ini luar biasa, bahkan ketika tertinggal 1-3, selanjutnya berubah menjadi 1-4, itu gila. Berpikir bahwa kami masih dapat ulang ke permainan udah lumayan menyebutkan kemampuan tim,” ujar Pulisic kepada Goal internasional.

“Pada jeda paruh waktu, kami berkata bahwa kami tidak dapat dulu menyerah, bahwa kami dapat bermain dan memenangkan pertandingan. Kami berjuang keras dan kembali.”

Di balik kebangkitan Chelsea, tersedia pidato Lampard yang membakar stimulan pemain. Saat jeda turun minum, Lampard memaksa timnya selalu percaya diri meski selagi itu papan skor berkata sebaliknya.

“Tentang kebobolan teledor kami, kekeliruan konyol selagi bertahan, tetapi kami dapat menciptakan peluang dan memenangkan pertandingan,” imbuh Pulisic, perihal pidato Lampard di area ganti.

“Dia [Lampard] membuat kami percaya diri dan dialah yang mendorong kami dan juga berkata untuk mewujudkannya. Ini menyatakan stimulan juang tim,” tandasnya.