Esport Cewek, Emang Bisa? Mari Kita Simak!!

Esport Cewek, Emang Bisa? Mari Kita Simak!!

Esport Cewek, Emang Bisa? Mari Kita Simak!!

Di jagat esports, posisi atau profesi pro player sebenarnya tetap didominasi oleh para laki-laki. Keberadaan kaum udara di ranah ini sebenarnya tetap mampu dihitung dengan jari.
Meski begitu, bukan bermakna perempuan tak mampu menjadi pro player esports. Untuk membuktikannya, kami akan berbincang dengan para pro player berasal dari RRQ Hikari yang merupakan tim esports ladies berasal dari divisi PUBG Mobile Team RRQ.

Menjadi pro player bagi para bagian RRQ Hikari telah seperti panggilan hati. RRQ Vivi dan RRQ Ruby, misalnya, meski awalnya lebih dulu mengenyam dunia modeling, aksi mereka dalam permainan tak mampu diremehkan. Sementara itu, Jennie dan Angel juga menjadi pro player sebab puas bermain game dan tak menyangka mampu menghasilkan uang berasal dari bermain game.

Sebagai pro player, RRQ Hikari memilih game PUBG Mobile bukan tanpa alasan. Selain sebenarnya gemar memainkannya, RRQ Jennie misalnya, di awalnya merupakan top world di game ini. RRQ Angel bahkan tertarik memainkan game PUBG Mobile setelah memandang orang tuanya bermain game ini. Kini, dengan dengan RRQ Vivi dan RRQ Ruby, mereka bermain untuk RRQ Hikari.
Pasang Bola
Bicara soal cewek gamers di jagat esports, RRQ Jennie tak memungkiri pengalaman tak menggembirakan yang dulu dialaminya. Cewek gamers sebenarnya kerap kali diremehkan dan kemampuannya kerap kali tidak diakui. Jennie pun mengaku dulu dituduh pakai jasa joki game kala dia mencapai peringkat top global. Selain itu, kala bermain dengan para cowok, baik di dalam turnamen maupun game biasa, RRQ Jennie mengaku kerap kali ‘dilindungi’ dalam game, padahal dia menjadi mampu melindungi dirinya sendiri.

Untungnya, pengalaman tak menggembirakan ini makin lama menyusut ketika telah menjadi pro player sebab kelanjutannya kemampuannya dianggap secara resmi. Ditambah lagi, RRQ Jennie join dengan tidak benar satu tim esports terbesar di Indonesia, Team RRQ, sehingga tak tersedia lagi yang memandangnya sebelah mata. Meski begitu, menjadi pro player juga bermakna perlu selamanya berkembang dan tak boleh kalah dengan player lain. Karena itu, latihan rutin tak dulu dilewatkannya sehingga mampu makin lama jago di game PUBG Mobile yang menjadi bidangnya.

Pengalaman yang sama juga dialami oleh RRQ Angel. Player berusia 16 th. ini juga mengaku dulu menjadi tak nyaman ketika dia menjadi cuma satu cewek gamers dalam turnamen PUBG Mobile campuran untuk pemula. Namun, ketika menjadi pro player dan fokus di turnamen ladies, RRQ Angel kini menjadi lebih percaya diri. Menjadi yang termuda di RRQ Hikari, RRQ Angel mengaku puas dan bangga sebab mampu memasuki ranah pro player.

“Pastinya puas dan bangga banget sama diri sendiri. Usaha saya selama saya main game nggak mengkhianati hasil. Tinggal berasal dari akunya lagi, bagaimana langkah ngembangin bakat saya itu,” akunya.

Dia pun mengaku tak ada masalah membagi kala pada sekolah, latihan, dan tanding. Yang sukar baginya justru membagi fokus pada pendidikan dan kariernya. Meski begitu, RRQ Angel mengungkap bahwa kunci untuk berhasil menjadi pro player adalah terus latihan dan percaya diri. Tentunya, pertolongan orangtua juga menjadi aspek penting sehingga kalian juga mampu terus berkembang.

“Terus latihan dan jangan gampang insecure dengan skill orang lain. Harus percaya diri kecuali ke depannya mampu lebih baik berasal dari pada kala ini,” kata dia.

Ketika ditanya soal toxic gamers, RRQ Jennie dan RRQ Angel mempunyai pendapat senada. Jika berjumpa toxic gamers, mereka mengaku lebih memilih memperlihatkan lewat game.

“Sudah jelas saya akan diam saja dan memperlihatkan dengan gameplay. (Kalau) saya dalam game ketemu dengan gamers toxic yang selamanya berasumsi cewek itu noob, akan saya carry di game itu,” jawab RRQ Jennie sambil terkekeh ringan.

Hal senada juga diungkapkan oleh RRQ Angel yang condong diam saja dan segera memperlihatkan skill yang dimilikinya dalam pertandingan. Untuk para cewek gamers, RRQ Jennie berpesan sehingga lebih memperkuat mental kecuali sudi masuk ke dunia esports.

“Banyak orang (cewek) di luar sana yang kerap dikatain cemen, noob, dan lain-lain dan kala itu mereka segera stop bermain. Menurutku itu salah. Saat mental kami telah kuat, makin lama kami dicemooh, kami akan makin lama dambakan memperlihatkan permainan paling baik kita,” tegasnya.

Selain itu, kecuali kalian sudi jago main PUBG Mobile, RRQ Jennie juga membagikan sedikit tips untuk kalian. Yang pertama menurut dia adalah memilih target.

“Pada awalnya, saya menargetkan sehingga nama saya masuk di jajaran Top 100 Global Asia di PUBGM. Dari situ, untuk mencapai obyek saya banyak belajar, menjadi berasal dari YouTube hingga menanyakan ke rekan bagaimana langkah bermain dengan benar. Tentu saja tidak gampang dan banyak hambatan, tetapi berasal dari situ saya juga studi yang namanya bisnis tidak mengkhianati hasil,” ungkapnya dengan percaya diri.