Gara – Gara Pasword Game Online, Bunuh Teman Sendiri

Gara – Gara Pasword Game Online, Bunuh Teman Sendiri

Jengkel sebab pasword account email permainan online yang dibelinya

tak

diserahkan. Terdakwa AHR( 16) nekat

menewaskan Muhammad Alfian Rizki Pratama( 13) masyarakat Sambong. Kecamatan Jombang.

Perihal ini dikenal sehabis tersebar status di group Whatsapp. Dalam artikel Jumat( 23 atau 10 atau 2020) itu, pemicu pembantaian terjalin bukan sebab hutang.

Dalam artikel itu dipaparkan rinci dari dini kasus hingga jalan dari pembantaian.

Terdakwa menewaskan korban karena jengkel, sebab tidak menyambangi diberi password account email permainan online yang telah dibeli.

“ Bukan sebab hutang ma, ceritane ngene. Mambengi diulas di group kategori. Arek SMA kategori 2 iku( AHR) njaluk akune Fian( Korban), wes di beli Rp 200 ribu tetapi karo Fian hanya dikasi email e, tetapi tak di kasih password e,” catat dalam status yang tersebar itu.

Alibi terdakwa, membeli account email permainan online korban, sebab account permainan online kepunyaan korban levelnya telah besar, oleh karena itu terdakwa berani membeli sebesar Rp 200 ribu.

Tetapi walaupun duit telah diserahkan pada korban. Pasword account email permainan online tidak menyambangi diserahkan oleh korban, sampai membuat terdakwa sakit batin.

Kesimpulannya merencakan pembantaian pada korban dengan modus mengajak korban ke Kedung Cinet bersama satu kawan yang lain AMA( 17) yang pula berkedudukan bagaikan saksi.

Dalam status yang tersebar itu, dituturkan, tadinya saksi luang menutup- nutupi terdakwa. Sampai kesimpulannya menghubungi papa korban buat memberi tahu terdakwa ke polisi.

“ Arek iko awale tak wani cerito. Mergo dibayang- bayangi Fian, lalu cerito nang bapake Fian kon ngelaporno pelakon nang polisi,” lanjut catatan itu.

Dituturkan pula, sehabis peristiwa korban karam di Kedung Cinet, saksi luang makan, sholat Dhuhur serta tidur. Tidak langsung melapor ke papa korban. Sementara itu saski ialah orang sebelah dekat korban.

Kapolsek Plandaan, AKP Akwan membetulkan perihal itu serta dikala ini terdakwa ditangani Bagian Proteksi Wanita serta Anak( UPPA) Polres Jombang.

“ Sebab korban tidak dapat berenang kesimpulannya karam. Sehabis pelacakan membidik ke permasalahan pembantaian. Pelakon telah merencakan tindakannya, saat sebelum mengajak korban berangkat ke Kedung Cinet dilandasi rasa sakit batin,” tuturnya.

Buat cara hokum lebih lanjut, terdakwa dikala ini telah diamankan Bagian Proteksi Wanita serta Anak( UPPA) Polres Jombang