Messi Tak Sebagus Era Pep Guardiola, Dimainkan Di Posisi Yang Salah

Messi Tak Sebagus Era Pep Guardiola, Dimainkan Di Posisi Yang Salah – Lionel Messi sebenarnya tetap selalu pemain nomor satu waktu ini. Tapi, pelatih Ajax Amsterdam, IDN Poker Online Erik Ten Hag berpendapat, Messi yang saat ini tidak sebagus waktu tetap dilatih Pep Guardiola.

Messi Tak Sebagus Era Pep Guardiola, Dimainkan Di Posisi Yang Salah

Lionel Messi menjadi andalan Barcelona-nya Guardiola merasa musim 2008/2009 hingga 2011/2012. Sebanyak 211 gol and 90 assist ia bukukan hanya di dalam 219 pertandingan, Daftar IDN Poker Online dan berhasil membantu Blaugrana memenangkan tiga titel LaLiga, dua Copa Del Rey, dan dua Liga Champions.

Sukses di level klub, secara otomatis mengangkat prestasi Messi di level individual. Di periode Pep Guardiola, Messi dapat memenangi Ballon d’Or sebanyak empat kali beruntun.

Guardiola meninggalkan Camp Nou pada musim panas 2012. Sepeninggal pelatih berkepala plontos itu, Messi sebenarnya tetap tampil benar-benar tajam dan hingga waktu ini telah mengoleksi sebanyak 627 gol tapi ia hanya dapat mempersembahkan satu gelar Liga Champions musim 2014/2015 waktu dilatih Luis Enrique.

Menurut Erik Ten Hag, Messi tak sebagus di jaman Pep Guardiola dikarenakan selama ini ia dimainkan di posisi yang salah. Sejak jaman Tito Vilanova hingga Quique Setien waktu ini, Messi sering bermain benar-benar mundur. Alhasil, ia menjadi bekerja sendirian dari lini tengah, padahal menurut Ten Haag, mestinya Messi bermain di sepertiga paling akhir lapangan.

Meski Barca yang saat ini sering menggabungkan tiga gelandangnya untuk membantu kinerja Messi, tapi style bermain Messi saat ini lebih banyak mengoper bola dan tak benar-benar menjadi penentu laga.

“Messi dulunya tidak benar satu pemimpin, tapi dia terhitung dapat menjalankan tim dan hasilnya benar-benar bagus, Dia kini tidak sebagus waktu dilatih Guardiola.” ucap Ten Haag seperti dilansir dari Voetbal International.

“Messi tetap pemain paling unggul, tapi sekarang, terkadang dia lewat batas yang lebih rendah. Tidak dulu seperti itu di bawah Guardiola. Buktinya, Barcelona tidak juara di Eropa di dalam beberapa tahun terakhir.” Ten Haag menuturkan.