Pangeran Mahkota Arab Saudi Akuisisi Perusahaan Game Asal Jepang

Pangeran Mahkota Arab Saudi Akuisisi Perusahaan Game Asal JepangĀ  – Baru-baru ini tidak benar satu pengembang game ternama SNK secara formal diakuisisi oleh Mohammed bin Salman, Putra Mahkota berasal dari Arab Saudi. Perusahaan vvideo game Jepang yang menaungi game seperti The King of Fighter dan Metal Slug berikut dilaporkan telah diakuisisi sahamnya sebanya 33,3% oleh organisasi nirlaba The Mohammed bin Salman Charity Foundation.

The Mohammed bin Salman Charity Foundation telah menginvestasikan USD223 juta atau kira-kira IDR 3 Triliun di SNK dan menjadi saham pengendali sebesar 51% yang mana 17,7% saham berasal dari SNK bakal dijadwalkan untuk dibeli. Kesepakatan ini diberlakukan lewat Electronic Games Development Company, anak perusahaan yang semuanya dimiliki oleh MiSK Foundation – yang didirikan oleh Mohammed bin Salman.

Pembelian oleh Mohammed bin Salman ini pastinya dapat sebabkan kontroversi dikarenakan beberapa tuduhan pelanggaran HAM yang ditunaikan oleh pemimpin negara tersebut.Taruhan Bola Kembali terhadap th. 2000, SNK dibeli oleh perusahaan pachinko, yang lihat cii-ciri populernya bertebaran di beraneka mesin judi Jepang. Perusahaan berikut lantas diakuisisi oleh usaha patungan China Leyou Millenium terhadap th. 2015, yang mempunyai tujuan untuk mengeksplorasi bentuk media lain daripada cuma berfokus terhadap video game bersama akuisisi tersebut.

Leyou Millenium sebabkan janji untuk lebih banyak game, film, dan acara TV, dan sepanjang lima th. paling akhir kita telah lihat angsuran besar baru di dalam seri Samurai Shodown dirilis, Terry Bogard bergabung bersama Super Smash Bros. Ultimate, seorang CGI King of Fighters rilis film, dan apalagi King of Fighters 15 memasuki pengembangan.

Laporan awal th. ini mengklaim bahwa Sony mengarahkan pandangannya untuk mengakuisisi Leyou Technologies, yang terhadap pada akhirnya sebabkan banyak orang yakin bahwa raksasa game terhitung bakal memperoleh kepemilikan SNK. Kami paham bahwa SNK tidak bakal terlibat di dalam kesepakatan ini, namun, dikarenakan Leyou Technologies mengakhiri perjanjian term sheet mereka bersama Ledo Millennium terhadap 10 Agustus 2015, tak lama setelah Ledo belanja beberapa besar saham SNK, agar Leyou Technologies tidak terafiliasi bersama SNK.